FAQ Phytostemcell

1. Q : Apakah Fungsi dari Produk PhytoStemCell series?
  A :

PhytoStemCell adalah Produk peremajaan Kulit & Anti aging secara menyeluruh. Untuk mengatasi problem Aging seperti kulit wajah menjadi  kering, tipis, kasar, berkurang elastisitasnya dan bercak-bercak hiperpigmentasi dan tumor jinak (keratosis seboroik).

2. Q : Apakah produk ini dijual bebas dipasaran ?
   

Produk PhytoStemCell tidak dijual dipasaran, penjualan produk PhytoStemCell bisa didapatkan melalui Distributor resmi Multicare atau Klinik yang menjadi dealer resmi PhytoStemCell.

3. Q : Mengapa saya membutuhkan PhytoStemCell series ?
  A :

Sejalan dengan berjalannya waktu, setiap orang akan mengalami proses penuaan (aging) karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan gaya hidup sehingga dapat menyebabkan terjadinya penuaan Dini. PhytoStemCell memberikan solusi yg efektif untuk memenuhi kebutuhan peremajaan kulit untuk mengatasi penuaan dini pada kulit.

4. Q : Produk Phytostemcell itu terbuat dari apa? Dan apakah Phytostemcell tidak mengandung bahan kimia berbahaya?
  A :

Produk Phyto stemcell mengggunakan bahan aktif dari Plant  Stemcell Apel Swiss, yang kaya akan antioksidant serta Moisturizing alami yang sangat dibutuhkan oleh kulit karena dapat melindungi dan memelihara fungsi sel induk kulit, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti misalnya mercury.

5. Q : Apa saja rangkaian produk dari PhytoStemCell?
  A:

Produk PhytoStemCell full series terdiri dari :
PhytoStemCell  wash, Eye gel, serum, day Cream & Night cream.

6. Q :

Day Cream sudah mengandung Tabirsurya, SPF berapa yang dipakai ?

  A :

Sudah dilengkapi dengan SPF 15

7. Q : Kenapa hanya menggunakan SPF 15, bukan SPF 30 /60 ?
  A :

Untuk pemakaian harian (tidak terpapar sinar matahari sepanjang waktu) SPF 15 sudah mencukupi.

8. Q : Biasanya Produk Night cream mengandung Tretinoin Acid, Bagaimana dengan PhytoStemCell?
  A :

Product Night Cream PhytoStemCell tidak mengandung tretinoin acid, sehingga tidak perlu dikuatirkan saat digunakan oleh wanita hamil serta tidak ada efek samping pengelupasana kulit.

9. Q :

Apakah PhytoStemCell menyediakan repack produk atau tanpa label?

  A :

Perusahaan kami tidak dapat menyediakan repack kemasan PhytoStemCell, dimana hanya ada satu ukuran saja. Repack dapat dilakukan sendiri oleh dokter dengan ketentuan agar memperhatikan Higienis dan tidak terkontaminasi mikro organisme sehingga tidak menyebabkan kualitas produk menurun.

10. Q : Apa saja keunggulan produk PhytoStemCell dibandingkan produk anti aging lainnya ?
  A :

Keunggulan Produk PhytoStemCell adalah :

  1. Product PhytoStemCell menggunakan bahan aktif  PCT Mallus Domestica yang terbukti mampu memproteksi dan memelihara stem cell kulit.

  2. Product PhytoStemCell formulasinya sudah disesuaikan dengan kulit wanita Indonesia.

  3. Product PhytoStemCell sudah Memiliki evidence based & sudah memiliki  uji klinis di Indonesia terhadap wanita Indonesia.

  4. Konsentrat bahan aktif lebih optimal berdasarkan uji klinis in vitro yang dilakukan pada konsentrasi 0,1 dan 0,2.

  5. Product PhytoStemCell sudah Teregistrasi di BPPOM.

  6. Memiilki rangkaian produk komplit mulai dari pembersih, serum, eye gel dan day serta night cream.

  7. Harga relatif  lebih murah dibanding dengan produk import.

     

PEMAKAIAN (JENIS KULIT, KHASIAT & EFEK SAMPING PRODUK)

1. Q : Produk PhytoStemCell cocok untuk jenis kulit apa ?
  A :

Untuk kulit berminyak atau kulit yang masih lembap, cukup gunakan PhytoStemCell Wash, Eye Gel, dan Serum (yang dilengkapi pelembap water based). Namun untuk kulit menua, atau kulit yang cenderung kering, sebaiknya gunakan seluruh rangkaian produk PhytoStemCell : Wash, Eye Gel,  Serum, ditambah Day Cream dan Night Cream (yang  dilengkapi pelembap oily based).

2. Q : Bagaimana bila kulit sensitif apakah bisa menggunakan produk PhytoStemCell?
  A :

Untuk jenis kulit sensitif apabila menggunakan produk skin care apapun pasti akan ada reaksi yang dirasakan, seperti rasa panas, perih, dsb. Untuk PhytoStemCell bisa digunakan untuk jenis kulit sensitif bila ada reaksi panas dan perih itu disebabkan kondisi kulit yg tipis dan produk PhytoStemCell mengandung antioksidan alami sehingga reaksi tersebut bisa saja muncul, namun itu hanya reaksi awal setelah itu akan hilang atau bisa di netralisir dengan menggunakan produk Squalane Essence atau Placenta Gel. Disarankan bagi kulit sensitf untuk mencoba di bagian tertentu seperti dibelakang telinga atau di bawah dagu bila tidak terjadi reaksi apapun berarti cocok dengan produk, akan tetapi bila terjadi kemerahan atau reaksi lainnya, berarti jenis kulitnya sangat sensitif.

3. Q : Bagaimana cara kita tau produk PhytoStemCell cocok untuk saya?
  A :

Tidak ada100 % semua orang cocok dengan produk skin care.
Akan terjadi reaksi untuk jenis kulit tertentu. Untuk kulit sensitif diawal-awal pemakaian akan terjadi proses adaptasi kulit dengan produk yg kaya akan antioksidan dimana  akan timbul rekasi perih dan merah, dan bila kulit sudah beradaptasi rasa awal tersebut akan hilang beberapa menit kemudian.

Untuk kulit berminyak disarankan menggunakan produk yang tidak menimbulkan efek oily, sehingga yang terjadi apabila kulit berminyak menggunakan cream yg bersifat oily akan menimbulkan millia atau jerawat2 kecil. Khusus untuk PhytoStemCell dapat menggunakan PhytoStemCell Facial Wash, Eye Gel dan Serum yang bahan dasarnya water base. Dan untuk jenis kulit yang berjerawat sebaiknya juga menggunakan produk yang bahan dasarnya water base dan sebaiknya menggunakan produk khusus jerawat untuk mengobati jerawat setelah itu untuk recovery dapat menggunakan produkPhytoStemCell.

4. Q :

Sejak usia berapakah PhytoStemCell boleh digunakan?

  A :

Pada prinsipnya tidak ada batasan umur penggunaan produk PhytoStemCell, karena bahan aktifnya alami dan cara kerjanya ialah melindungin stem cell kulit. Namun efeknya akan lebih terasa apabila digunakan oleh orang yang telah mengalami tanda-tanda penuaan, pada wanita umumnya saat memasuki usia 30 tahun.

5. Q :

Produk PhytoStemCell  yang mana saja yang cocok digunakan  di usia  sekitar 20 tahun?

  A :

Untuk usia yang masih realtif muda  cukup menggunakan Facial Wash, Eye Gel dan Serum  saja, karena kadar kelembaban diusia tersebut  masih cukup baik.

6. Q :

Apakah PhytoStemCell ada efek samping atau ketergantungan dalam pemakaiannya?

  A :

Karena bahan aktif PhytoStemCell berasal dari ekstrak kultur stem cell tanaman buah Apel Swiss,  tanpa ada campuran bahan kimia seperti mercury, hydroquinon, tretinoin dsb, jadi tidak menimbulkan efek samping dan ketergantungan dengan produk, hanya saja kulit itu seperti tumbuhan yang terus menerus perlu dirawat dan dipupuk sehingga bisa tetap terlihat cantik dan awet muda.

7. Q :

Diawal pemakaian produk PhytoStemCell memang dikulit saya terasa agak pedih, tapi saya lanjutkan terus, kemudian baik-baik saja. Tapi lagi-lagi terasa pedih setelah hampir 3 minggu pemakaian, bagaimanakah apakah harus lanjut atau dihentikan?

  A :

Untuk pemakaian produk PhytoStemCell diteruskan saja, jika memang terasa pedih sebelum pemakaian cream gunakan Squalane Essence dan hindari menggosok-gosok kulit dengan keras. Squalane Essence adalah produk yang terbuat dari ekstrak hati ikan hiu botol yang berguna untuk membantu iritasi pada kulit serta mampu membantu melembabkan kulit.

8. Q :

Wajah saya agak sedikit berjerawat dan berminyak, bolehkah memakai produk PhytoStemCell ?

  A :

Boleh saja, bahkan bagus dipakaikan serum PhytoStemCell  agar jaringan kulit yang rusak bisa cepat diperbaiki, tetapi tidak perlu memakai cream PhytoStemCell baik untuk yang day maupun yang night, karena bahan pelembapnya oily base.

9. Q : Apakah produk PhytoStemCell dapat digunakan untuk menghilangkan flek-flek hitam/ melasma?
  A :

Dari hasil uji klinis yang dilakukan menunjukan hasil bahwa dengan pemakaian teratur PhytoStemCell dapat membantu memudarkan flek/melasma dan membuat warna kulit lebih merata, sehingga kulit terlihat cerah dan bersih.

10. Q :

Bolehkah wajah yang jerawatnya sedang meradang mamakai produk PhytoStemCell?

  A :

Tidak dianjurkan, sebaiknya disembuhkan dulu jerawatnya baru setelah itu untuk recovery gunakan PhytoStemCell Serum.

11. Q :

Bagaimana bila Produk PhytoStemCell ini di Kombinasikan dengan produk lain seperti dengan cream yang mengandung Tretinoin?

  A :

Berdasarkan pengalaman empiris dari dokter yang sudah mencoba, produk PhytoStemCell dapat membantu mengurangi efek keratolitik sebagai side effect (effek samping)dari Tretinoin, sehingga efektifitas kerjanya menjadi sinergis.

12. Q : Apakah PhytoStemCell dapat dipakai dengan menggunakan alat Ultrasound?
  A :

Produk PhytoStemCell selain diaplikasikan dengan tangan, juga telah dicoba pengaplikasiannya dengan menggunakan alat ultrasound, dan memperlihatkan hasil yang bahkan lebih baik dari aplikasi menggunakan tangan.

13. Q :

Apakah PhytoStemCell dapat digunakan untuk pemakaian after peeling atau derma roller?

  A :

PhytoStemCell dapat digunakan after peeling dan derma roller untuk membantu proses recovery kulit. Namun sebaiknya gunakan PhytoStemCell Night Cream nya dulu karena mengandung Centella Asiatica yang baik untuk membantu penyembuhan luka. Setelah luka mengering, baru gunakan PhytoStemCell Serum untuk hasil yang lebih sempurna.

14. Q :

Apakah PhytoStemCell dapat digunakan post laser ?

  A :

Untuk  post laser dapat menggunakan Produk PhytoStemCell, dianjurkan menggunakan  Night Cream nya dulu karena mengandung Centella Asiatica yang baik untuk membantu penyembuhan luka. Setelah luka mengering, baru gunakan PhytoStemCell Serum untuk membantu proses recovery kulit menjadi lebih cepat.

     

BAHAN AKTIF

1. Q :

Apa kandungan Bahan Aktif PhytoStemCell?.

  A :

Kandungan Bahan aktif produk PhytoStemCell adalah extract dari Culture Plant  Stem Cell Apel Swiss Malus Domestica (jenis Uttwiller spatlauber) yang berisi metabolit yang kaya akan epigenetic factor.

2 Q : Apa Nama Bahan Aktif Produk PhytoStemCell?
  A :

Dipatenkan pada tahun 2008 dengan nama Phytocelltech Malus Domestica (PCT Mallus Domestica).

3. Q : Apakah semua jenis Apel bisa digunakan menjadi Bahan aktif ?
  A :

Tidak semua jenis apel bisa, peneliti menemukan perbedaan Apel Swiss ini dibandingkan apel lainnya. Apel swiss ini memiliki kelebihan pada masa simpannya yang panjang tidak mudah mengkerut berbulan-bulan dibiarkan tanpa ditaruh didalam lemari es. Karena rasanya yang agak pahit dan  asam sehingga petani enggan untuk membudidayakannya sehingga Apel Swiss ini menjadi langka. Para ahli kemudian menemukan bahwa Apel Swiss ini memiliki stem celll yang umurnya lebih panjang dibanding jenis apel lainnya serta mengandung nutrisi tumbuhan lainnya (Phyto Nutrient).

4. Q : Mengapa mengambil stem cell tanaman, mengapa tidak menggunakan stem cell hewan atau manusia?
  A :

Tumbuhan memiliki kelebihan dibandingkan hewan dan manusia. Dimana Tumbuhan memiliki sifat totipoten yaitu apabila dilukai mampu meregenerasi menjadi tumbuhan baru. Dan untuk saat ini stem cell  tumbuhan masih dianggap lebih aman dibandingkan stem cell hewan/manusia masih menjadi perdebatan (kontroversial) di kalangan medis.

5. Q : Dimana Bahan Aktif PhytoStemCell dikembangkan?
  A :

Bahan aktif PCT Mallus domestica dikembangkan oleh sebuah perusahaan terkemuka penghasil bahan aktif di Swiss.

6. Q : Bagaimana proses Bahan aktif tersebut dibuat?
  A :

Proses Bahan Aktif dibuat menggunakan tekhnologi kultur yaitu dari buah apel yang dilukai terbentuklah callus sebagai bentuk self healing dari tumbuhan, dimana didalam callus terdapat banyak plant stem cell, kemudian dalam media liquid stem cell di kembangbiakan sampai matang baru  kemudian dilakukan proses lisis dalam sebuah Bioreaktor bertekanan tinggi sebagai bagian dari proses ekstraksi. Ekstrak kultur stem cell Apel tersebut berisi metabolit stem cell yang  kaya akan epigenetic factor, kemudian metabolit ini dikemas kedalam Liposom yang berukuran nano sehingga bahan aktif ini menjadi stabil dan penyerapannya lebih baik.

7. Q : Tidak mungkin plant stem cell dapat dibuat menjadi sediaan skin care, karena stem cell tidak dapat stabil ?
  A :

Bila Stem cell utuh yang diambil untuk dimasukkan kedalam sediaan skin care memang tidak dapat stabil, namun yang digunakan sebagai bahan aktif PhytoStemCell ialah stem cell tanaman yang secara inovatif berhasil diekstraksikan dengan teknologi kultur jaringan dari buah apel (Malus domestica) jenis Uttwiler Spätlauber dari Swiss. Melalui teknologi ini, stem sel buah apel tersebut diperbanyak dan dibuat menjadi suspensi gel yang stabil dalam bentuk  encapsulated liposome. Hasil larutan ini, didapatkan ekstrak Malus domestica fruit cell culture 9% yang diujikan sebagai anti aging pada kulit wajah. Komponen Malus domestica stem sel kaya akan epigenetic factor dan metabolit sekunder, dengan fungsi proteksi dan pemeliharaan (maintain) sel stem  kulit (Goldfaden, 2008; Schmid, 2008). Guna melindungi serta memperbaiki kerusakan sel-sel kulit.

8. Q : Apa kelebihan bahan aktif PCT Mallus Domestica ini?
  A :

Kelebihannya bahan aktif ini  sudah mendapatkan penghargaan Inovation Prize Sebagai Bahan Aktif terbaik tahun 2008 dari Komite kosmetik di Eropa, Bahan aktif PCT Mallus domestica terbukti secara Klinis dapat memperbaiki problem penuaan kulit secara signifikan & sudah memiliki evidence based baik di luar negeri maupun di Indonesisa.

9. Q : Bagaimana cara kerja dari bahan aktif PhytoStemCell pada kulit manusia?
  A :

Cara kerja dari Bahan aktif PCT Malus Domestica bila diaplikasikan ke kulit bahan aktif akan masuk sampai ke lapisan terdalam epidermis kulit yaitu Basal Layer. Di lapisan basal dari Epidermis terdapat 2 jenis sel, yaitu :

  • SC (Stem Cells) : sel stem kulit (2 – 7%) yang membelah diri secara lambat, dan

  • TA (Transient Amplifying Cells) populasi sel lainnya (keratinosit) yang membelah diri dengan cepat memproduksi sel-sel baru/muda yang bergerak ke permukaan kulit menggantikan sel-sel tua.

Stem cell  di basal Epidermis (SC) membelah diri menjadi TA dan berkembang menjadi   sel-sel kulit/keratinosit yang bergerak ke permukaan kulit membentuk lapisan barrier pelindung, sehingga kulit dapat menjalankan aktifitas kerjanya secara optimal.

Pada kasus penuaan,  stem cell banyak yang hancur, jumlahnya berkurang serta efektivitas kerjanya menurun, sehingga kemampuan untuk regenerasi sel/memperbaiki jaringan-jaringan rusak menjadi kurang effisien.

10. Q : Apakah ada studi literatur di luar negeri yang mendukung efektivitas dari bahan  aktif PhytoStemCell?
  A :

Para peneliti telah menemukan stem sel buah apel (Malus domestica) yang mampu untuk rejuvenisasi kulit yang mengalami aging dengan cara menstimulasi fungsi stem sel kulit sehingga dapat memperpanjang umur sel kulit serta menjaga aktivitasnya agar tetap dalam kondisi yang normal tanpa merusak DNA kulit. (Goldafen, 2008; Schmid 2008)

Komponen Malus domestica stem cell kaya akan epigenetic factor + metabolit sekunder, dengan fungsi proteksi dan pemeliharaan (maintain)  stem cell  kulit (Goldfaden, 2008; Schmid, 2008).

11. Q : Dikatakan bahwa bahan aktif produk ini berasal dari metabolit stem cell apel yang kaya akan epigenetic factor, bagaimana mekanisme kerjanya?
  A :

Epigenetic : merujuk  pada interaksi antar gen dengan lingkungan, yang mengakibatkan perubahan ekspresi materi genetik, meskipun DNA tidak mengalami perubahan.  Aging diturunkan secara genetik melalui DNA manusia dan di ekspresikan pada gen : kulit kerut,   pigmentasi dan permukaan tidak rata. Mekanisme Epigenetic yaitu demgan memperbaiki ekspresi gen yang mengalami proses aging tanpa merubah urutan DNA dan sifat perlindungan ini terus menerus mengikuti sel yang dilindungi (diturunkan).

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui  bahwa epigenetic factor tumbuhan apel swiss ini memiliki kesamaan dengan epigenetic factor pada manusia, sehingga apabila diaplikasikan dengan benar pada kulit manusia bisa memberikan hasil yang efektivitasnya teruji.

12. Q : Bahan aktif produk ini berasal dari stem cell apel, apakah nanti sifat-sifat Apel seperti warna hijau akan diturunkan ke kulit kita?
  A :

Tidak demikian karena yang diambil dari stem cell Apel hanyalah metabolit sekunder dan epigenetic factors nya, yang saat diaplikasikan pada kulit manusia bekerja diluar inti sel sehingga tidak merubah susunan DNA kulit kita.

     

UJI KLINIS

1. Q : Uji klinis produk PhytoStemCell dilakukan dimana?
  A :

Uji klinis produk dilakukan di Indonesia, yang melibatkan para tim ahli yaitu dokter spesialis kulit yang diketuai oleh Dr.dr. Indah Julianto Sp.KK (K) (peneliti stemcell tingkat dunia) bekerja sama dengan 2 universitas yaitu UNS (Univ. Sebelas Maret) dilakukan uji in Vivo & UGM (Univ. Gajah Mada) untuk  uji Laboratorium (sel fibroblast).

2. Q : Metode apa yang dipakai untuk melakukan Uji Klinis dan apa alat ukur yang digunakan ?
  A :

Metode Uji klinis yang dilakukan yaitu secara Double Blind, Randomize with Placebo Control, yaitu responden dibagi dua kelompok secara acak untuk diberi perlakuan yang berbeda, kelompok 1 diberikan produk utuh, kelompok 2 diberikan placebo (vehicle tanpa bahan aktif). Alat ukur yang digunakan untuk uji in vivo adalah  elastometer EM 25 untuk mengukur tingkat kelembapan dan elastisitas kulit dan Foto Digital.

3. Q :

Berapa orang jumlah responden dan kelompok umur responden yang diambil?

  A :

Penelitian in vivo melibatkan 60 responden wanita Indonesia usia 40-55 tahun yang memiliki garis kerutan yang tampak jelas pada wajahnya.

4. Q : Berapa Lama hasil dari penelitian/uji klinis yang dilakukan?
  A :

Dari hasil uji klinis yang dilakukan dalam 2 minggu dapat menurunkan drajat aging yg sebelumnya Glogau III (rentang usia 50-65 th)  turun menjadi Glogau II (rentang usia 35-50 th). Dan dalam 4 minggu pemakaian tempak kerutan wajah semakin menipis, kulit lebih kencang dan lembab, bercahaya dan warna kulit lebih merata.

5. Q : Setelah 4 minggu dilakukan penelitian berapa lama dapat bertahan?
  A :

Dari responden yang ikut dalam penelitian setelah selesai dan kembali ke  aktifitas sehari-hari dan tanpa menggunakan produk skin care apapun.  Dipantau kembali 3 bulan berikutnya kulit masih terlihat baik. Disarankan tidak lebih dari 3 bln karena akan kembali ke kondisi awal.

6. Q : Apakah PhytoStemCell dapat menyebabkan ketergantungan & bila penggunaan dihentikan apakah akan terjadi rebound effect?
  A :

Produk PhytoStemCell tidak menyebabkan ketergantungan karena sifatnya yang alami dan aman. Bila pemakaian dihentikan tidak terjadi rebound effect atau memperparah kulit yang terjadi bila Pemakaian PhytoStemCell dihentikan lebih dari 3 bulan maka kondisi kulit akan kembali ke kondisi awal.